Pesan sang Murrobi
Pada saat liqo, tepatnya pada saat agenda tahaddu, aku mendapat hadiah dari Murrobiku, di dalam hadiah itu ada sebuah kertas dan bertuliskan pesan berikut,
Jika ada seribu orang mujahid, kaulah salah satunya
Jika ada sepuluh orang mujahid, kaulah pemimpinnya
Jika ada satu orang mujahid, itulah kau,
Biar semua lari dari medan ini,
Benamkanlah kakimu agar terpatri,
Biar semua mundur,
Paculah semangat mu agar tetap maju,
Biar semua orang diam,
Berteriaklah dan terus berlari,
Dari pesan itu dapat ku tangkap bahwa aku harus menjadi bagian dari Tegaknya Kalimatullah di muka bumi ini, meski hanya bagian terkecil, aku akan bahagia .
Aku tidak ingin menjadi orang yang menunggu, menunggu sampai islam berjaya.
Tapi aku harus turut bejuang didalamnya.
Andaikan aku adalah kerikil dalam maka aku akan berjuang sesuai dengan posisiku yaitu kerikil bersatu dengan kerikil yang lain agar bangunan Islam tegak sempurna.
Aku pun tidak boleh mundur selangkah pun walau halangan rintangan membentang tak jadi masalah dan tak menjadikan ku rapuh.
Aku akan terus berusaha berada di barisan paling depan bersama para mujahid meski yang lain mundur.
Amrozi dkk, moga kalian menjadi syuhada.
Hari itu tepat pukul 00:15 tanggal 9 November 2008. Amrozi dkk di eksekusi mati oleh polisi pemerintahan Republik Indonesia. Sesuatu yang tak bisa ku terima….
Aku tidak bisa menyalahkan Amrozi dkk sepenuhnya karena (mungkin) mereka memaknai jihad seperti itu. Dan aku pun tau banyak orang yang senang atas keputusan eksekusi itu, terutama untuk Amerika dan konco2nya. Tidak bagiku, keputusan itu terlalu kejam karena banyak para terrorist sebenarnya yang bisa ongkang-ongkang kaki diatas meja kerjanya.
Hari itu………..
aku tidak tau kenapa aku menangis mendengar keputusan itu jadi dilaksanakan.
air mata itu terus mengalir tidak terbendung sekalipun bendungan itu terbuat dari baja.
Ya Alloh semoga Engkau menerima amal ibadah mereka.
aku tidak tau apa keputusan Engkau Ya Rabb di hari akhir nanti. Semoga mereka menjadi Syuhada….
Diujung peluru itu ada doaku tersimpan tuk kalian…. Moga Alloh menjadikan kalian sebagai SYUHADA
Diujung peluru itu ada harapan ku tersimpan………. Moga akan lahir para pemuda/i yang cinta akan jihad yang memiliki semangat tuk tegakkan Kalimatullah di muka bumi ini.
amin….








Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Hanya Alloh yang mahat tau. Syahidkah seorang hamba yang meningga/ Semoga Alloh selalu melindungi dan memperbaiki kaum muslimin.
ukh, tengok berita di blog saya ya..Mumbai hot news
Jazakillah
udah liat foto mereka sesudah dieksekusi?
liqo, sebuah kegiatan yang menyenangkan dan menyebalkan
menyenangkan ketika kita dapat ilmu baru, murajaah hapalan juz 30
menyebalkan itu ketika liqo diisi dengan ngobrol2 yang menghabiskan waktu sampai 1 jam. padahal 1 jam itu untuk materi ilmu sangat berguna kan
kalau kata buku abu muhhmad al maqdisi yang berjudul “mereka mujahid tapi salah langkah”
itu pun dikutip juga sama ust. abu bakar ba’asyir